Rabu, 12 November 2008

Humor dulu bu / pak.....^-^

Bihun dan Indomie
Bihun sangat iri hati terhadap Indomie. Setiap kali
bertemu di supermarket mereka tidak pernah bertegur
sapa, bahkan Bihun sering mengolok olok Indomie di
depan umum, "Dasar kribo jelek hiiih, mentang mentang
kuning & gemuk aja orang orang lebih suka sama dia,
nggak tau malu."
Hari hari berlalu dengan semakin menumpuknya rasa
kebencian. Indomie tetap adem ayem, tidak peduli Bihun
mau bilang apa. Pikir Indomie, "Kafilah menggonggong,
gue berlalu aah..."
Suatu hari di supermarket muncul barang baru bernama
Spaghetti.
Saking tidak kuat menahan emosi, Bihun berlari dari
raknya dan memukuli kepala Spaghetti sambil berteriak,
"Jangan kira gue enggak ngenalin elu ya!! Meskipun di
bonding begitu, gue tetep tau elu si kribo jelek itu
!!!"

LETAK
Dodo sepulang dari sekolah bercerita pada babenya yang
nggak pernah sekolah
"Be..tadi aye dimarahin ama pak guru."
"Emang loe salah ape Do.."
"Tadi aye kagak bisa jawab pertanyaan pak guru."
"Emang loe ditanye ape..?"
"Pak guru tanye..dimana letaknya Washington .. "
"Mangkenye Do..laen kali kalo' loe naroh sesuatu
jangan ampe lupe letaknye."

Kucing
Budi pada dasarnya tidak menyukai kucing. Ia semakin
benci ketika istrinya memelihara seekor kucing. Budi
merasa istrinya jadi lebih perhatian pada kucingnya
daripada dirinya. Suatu hari Budi memutuskan untuk
membuang kucing tersebut secara diam diam. Ketika
istrinya sedang mandi, ia pamit pergi keluar sebentar
dan dibawanya si kucing.
Ketika Budi bermobil sekitar 10 km dari rumah, ia pun
membuang kucing tersebut. Anehnya ketika ia sampai di
rumah, si kucing sudah ada di rumahnya lagi.
Budi heran campur berang. Sore harinya ia pergi lagi.
Kali ini si kucing dibuangnya lebih jauh lagi. Namun
tetap saja, sesampainya di rumah, kucing istrinya
tersebut telah ber ada di sana . Budi berusaha
membuangnya lebih jauh lagi, lebih jauh lagi, tapi
tetap saja si kucing kembali ke rumah mendahului
dirinya.
Suatu hari ia tidak saja membawa si kucing pergi jauh,
tapi juga berputar putar dulu. Budi belok kanan, belok
kiri, belok kanan, belok kanan lagi, berputar putar
sebelum
akhirnya membuang kucing yang dibawanya. Beberapa jam
kemudian ia menelepon istrinya.
"Tik, kucingmu ada di rumah?" tanya Budi.
" Ada , kenapa? Tumben nanya si Manis segala," jawab
istrinya agak heran.
"Panggil dia Tik, aku mau tanya arah pulang. Aku
kesasar....! "

Masalah Pendengaran
JERI pergi ke dokter mengeluh tentang istrinya yang
sudah hilang pendengaran. "Seberapa burukkah
pendengarannya? " tanya dokter.
"Entahlah, Dok. Yang jelas saya mesti harus berteriak
kalau bicara dengannya."
"Oke, cobalah anjuran saya. Berdiri sekitar 6 meter
darinya, lalu katakan sesuatu. Kalau dia tak bisa
mendengarmu, berdirilah lebih dekat darinya, lalu
katakan yang Anda katakan tadi. Kalau dia belum juga
mendengar, teruslah mendekat. Dengan begitu saya akan
tahu berapa jarak maksimal pendengarannya. "
Maka, Jeri pulang ke rumah dan mendapati istrinya
sedang memasak di dapur.
Dari jarak 6 meter ia berteriak, "Makan apa kita malam
ini?"
Tak ada jawaban.
Lalu ia mendekat lagi, berhenti di jarak 5 meter dan
menanyakan hal yang sama.
Juga tak terdengar jawaban.
Begitu juga pada jarak 3 meter.
Akhirnya, ia berdiri di samping istrinya. "Makan apa
kita malam ini?" katanya setengah berteriak.
Istrinya berbalik menghadap Jeri, memelototinya, dan
berteriak: "Untuk keempat kalinya kubilang: KAMBING
GULING!"

Pisau Lipat
Kejadian ini terjadi pada suatu hari di tengah hutan,
ketika diadakan pendidikan dasar untuk para pencinta
alam. Seorang senior (instruktur) menemukan sebuah
pisau lipat yang tergeletak di atas tanah. Menurut
ketentuan yang berlaku selama pendidikan dasar, barang
siapa yang meninggalkan sesuatu selama perjalanan
harus dihukum. Senior tersebut dengan segera mengambil
pisau lipat tadi dan bermaksud untuk menghukum siswa
pendidikan dasar yang telah lalai meninggalkan pisau
lipatnya.
Setelah para siswa berkumpul semua, sang senior dengan
nada berwibawa berkata, "Siapa yang merasa kehilangan
pisau lipat di tengah perjalanan tadi?"
Tak ada satu pesertapun yang berani menjawab.
Kemudian sang senior menambahkan, "Hayo cepat? saya
sebenarnya sudah tahu siapa pemilik pisau lipat ini
karena namanya terukir disitu. Tapi saya ingin
kejujuran kalian untuk mengaku!"
Masih tidak ada jawaban dari peserta.
"Karena tidak ada yang dengan jujur mau mengakui
kesalahannya maka saya akan panggil namanya!!"
Peserta masih saja diam.
Akhirnya sang senior habis kesabarannya, diambilnya
pisau lipat tadi kemudian dengan lantang dia berkata,
"Stain... maju ke depan!"
Para siswa saling melirik kalau kalau ada yang maju ke
depan.
Karena tidak ada yang maju ke depan si senior berkata
lagi, "Saya panggil sekali lagi yang bernama STAINLESS
STEEL untuk maju ke depan!!"

Kodok, Kura kura dan kaki seribu
Ada tiga friends, satunya kura2..satu lagi kodok..
terus satunya lagi uler kaki seribu. Suatu hari kura2
mengundang dua temennya kerumahnya buat pesta
kecil2an. So.. mereka bertiga bikin pesta kecil di
rumah kura2.
Setelah asyik ngobrol, makan, minum and lain lain...si
kodok berkata "Eh.. dari tadi kayaknya ada yang kurang
ya.. elu pada ngerasa gak.. Oh iya kita kok gak
ngerokok ya.. pantesan mulut asem banget nih.."
Kura2: "iya ya..sorry gue lupa nggak nyediain rokok...
kalo gitu lu beli aje deh 'Dok.. warungnya deket
khan..!"
Kodok: "Lho koq gue sih.. khan tuan rumahn ya elu
'Ra.."
Kura2: "iya sih.. tapi khan gue jalannya lambat. kalo
elu khan bisa cepet..!!"
Kodok: "Ah.. nggak bisa gitu donk!!.. lagian kalo soal
cepet.. pasti si uler kaki seribu lebih cepet dari
gue.. kakinya aja ada seribu!!!"
Kura2: "Oh iya ya.. Elu aja deh yang pergi.. uler Kaki
seribu.."
Uler K.1000: "koq jadi gue sih.."
Kodok : "Udah ..nggak apa apa.. elu aja.. buruan.."
Akhirnya si Uler K.1000 pergi juga untuk membeli
rokok.
Si Kodok dan Kura2 nungguin sambil ngegosipin artis
artis lokal. Lima menit menunggu...si Uler K.1000
belum dateng juga... 10 menit.. 20 menit...satu jam...
dan ternyata sampe tiga jam Uler K.1000 gak nongol2
juga.
Kodok: "Kooq Uler K.1000 nggak pulang2 ya..?"
Kura2: "Iya nih..gue jadi kuatir..kita susulin aja
yuk, Dok...!"
Kodok: "ayuk deh..!"
Tapi pas si kura2 buka pintu... ternyata uler K.1000
udah ada di depan pintu.
Kura2: "Nah ni dia..!"
Kodok: "Iya nih dari tadi ditungguin juga... mana
rokoknya. mulut gue udah asem banget nih..?!"
Uler K.1000: "Boro2 rokok... jalan aja belom..!!"
Kodok: "Haah belom jalan... emangnya dari tadi ngapain
aja...?
Uler K.1000: "Yeeeeeeeee. . elu nggak liat nih... gue
lagi PAKE SEPATU!!!??? ????

Tidak ada komentar: